Oleh : Atika Nisrina

Perkembangan ilmu pengetahuan terutama ilmu genetika yang dipelopori oleh Gregor Mendel telah mendorong manusia untuk membuat kombinasi baru dari sifat-sifat yang diinginkan. Dengan ditemukannya DNA sebagai bahan gen, manusiapun berupaya untuk mendapatkan kombinasi sifat-sifat baru suatu mahluk hidup dengan cara melakukan perubahan langsung pada DNA genomnya, yang disebut dengan rekayasa genetika atau genetic engineering. Dalam upaya melakukan rekayasa genetika ini, manusia menggunakan teknologi DNA rekombinan. 

Tahukan kalian apa itu teknologi DNA rekombinan?

Teknologi DNA rekombinan adalah teknik yang digunakan untuk mengkombinasikan gen-gen di dalam tabung reaksi agar didapatkan suatu produk atau hasil yang baru. Dengan menggunakan teknik ini, kita dapat mengisolasikan DNA dari berbagai organisme dan menggabungkan DNA yang berasal dari organisme yang berbeda sehingga terbentuk DNA rekombinan.

Teknik DNA rekombinan ini diantaranya :

  1. Teknik mengisolasi DNA
  2. Teknik memotong DNA
  3. Teknik menggabungkan dan menyambungkan DNA
  4. Teknik memasukkan DNA rekombinan ke dalam sel hidup

Apa manfaat teknologi DNA rekombinan?

Teknologi DNA Rekombinan telah memberikan banyak manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan sehari-hari. Beberapa jenis obat-obatan, vaksin, bahan pangan, bahan pakaian, dan lainnya telah diproduksi dengan memanfaatkan teknologi DNA Rekombinan. Pada bidang kesehatan, teknologi DNA rekombinan digunakan untuk memproduksi antibiotik, enzim, ataupun bahan obat lainnya dalam skala besar dan dalam waktu yang relatif singkat. Sebagai contoh hormon insulin yang dihasilkan dari kelenjar pankreas untuk mengontrol kadar gula dalam darah.  Saat ini, hormon insulin telah berhasil diproduksi secara massal dengan memasukkan dan mengintegrasikan gen yang menghasilkan insulin manusia ke dalam genom bakteri.

Sedangkan di bidang pangan, teknologi DNA rekombinan digunakan untuk pemuliaan tanaman, memperbaiki sifat-sifat tanaman pangan, dan meningkatkan kualitas produksi bahan pangan. Contohnya adalah kapas-bt atau kapas transgenik.Tanaman ini telah mengandung gen penyandi toksin yang berasal dari bakteri Bacillus turingiensis (Bt) yang  dapat membunuh hama kapas, sehingga kapas-bt tersebut tahan terhadap serangan hama. Bakteri penghasil insulin dan tanaman kapas-bt tersebut merupakan sebagian dari hasil rekayasa yang dilakukan manusia terhadap makhluk hidup dengan menggunakan teknologi DNA rekombinan. 

Selain itu, tentunya masih banyak penggunaan DNA rekombinan ini dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya teknologi DNA rekombinan ini, diharapkan kita dapat memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif dan tidak merugikan orang lain.

Source :

Buku Biokimia I : Protein, Enzim, dan Asam Nukleat, Karangan M. Wirahadikusuma
http://web.ipb.ac.id/~tpb/files/materi/genetika/dnarekombinan/dnarekombinan.htm
http://blog.unnes.ac.id/ahmadbiologi/teknologi-dna-rekombinan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *