Tsuki ga kirei desu ne?

Apakah kalian tahu rasanya jatuh cinta? Ya, rasanya seperti melayang bagai burung yang terbang bebas di udara bukan. Namun, bagaimana jika jatuh cinta kepada sahabat sendiri? Apakah tidak bisa persahabatan berubah dari kisah cinta yang menyenangkan?

Theana Ayu Sasmita, seorang siswi Sekolah Menengah Atas yang cukup terkenal di kotanya. Dia suka menulis, menurutnya menulis adalah cara untuk melupakan sejenak rasa jenuhnya dan yang pasti ia dapat mengungkapkan semua isi hatinya melalui tulisan yang ia buat. “Melihat bulan di atas bukit bersama denganmu, orang yang bisa membuatku kesal sekaligus senang saat bersamamu. M. Irgi Antares, aku sangat ingin melihat hal itu bersamamu, aku merindukanmu.” Itulah yang tertulis di layar laptop-nya.

M. Irgi Antares adalah sahabat Theana sejak mereka SMP. Irgi merupakan orang yang konyol, menyenangkan, dan terkadang menyebalkan. Ia merupakan orang yang tidak banyak didekati oleh teman ketika SMP, tetapi entah kenapa Thena merasa senang saat berada di samping laki-laki itu. Semenjak mereka lulus SMP, Irgi dan Thena berpisah karena mereka masuk ke SMA yang berbeda dan dipisahkan oleh batas kota. Setelah perpisahan itu mendadak semua jadi berubah.  Mungkin karena keduanya sama sama sibuk, atau mungkin mereka sedang berproses untuk fase pendewasaan.

Hari ini mereka mempunyai janji untuk bertemu, dan hari ini tepatnya malam nanti Theana bisa mewujudkan hal yang ia tulis sewaktu itu ‘Melihat bulan di atas bukit bersama Irgi’. Sejak makan malam, Theana sudah bersiap dengan dandanan yang rapih menunggu Irgi menjemput. Kemudian, mereka langsung menuju bukit untuk melihat indahnya bulan di malam hari. Malam ini Theana mempunyai rencana untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Irgi. Beberapa hari yang lalu ia sempat mencari cara untuk mengungkapkan perasaannya dengan bahasa Jepang karena Irgi sangat menyukai hal yang berbau Jepang.

Theana mencoba memecah keheningan, “Irgi, tsuki ga kirei desu ne?” katanya sambil tertunduk tidak berani melihat wajah Irgi. Namun Irgi hanya merespon “Yes, of course. Bulannya emang lagi bagus banget, gila.”. Theana heran dengan respon yang Irgi berikan, dia bertanya apakah Irgi tau makna kalimat yang ia ucapkan dan memang Irgi tau maknanya, namun kalimat itu memiliki 2 makna yang berbeda. Lalu Theana menjelaskan perbedaan makna pada kalimat itu, pertama kalimat itu bermakna ‘Bukankah bulan terlihat indah malam ini?’ dan yang kedua adalah ‘I love you’. Yang ia maksud adalah makna kedua, sontak Irgi langsung menatapnya dan tanpa basi basi menolak gadis itu dengan tersenyum manis seraya berkata bahwa mereka hanya bersahabat dan tidak akan ada kata cinta diantara mereka. Irgi pun menjelaskan mengapa ia tidak ingin hubungan mereka berubah menjadi berpacaran. Semua itu ia lakukan karena ia tidak ingin kehilangan seorang sahabat, karena jika berpacaran dan nantinya putus mereka akan menjaga jarak demi menyembuhkan sakit hati mereka. Dan akhirnya Theana terpaksa menerima penolakan itu demi menjaga hubungan persahabatan mereka. Setidaknya ia tidak sepenuhnya kehilangan orang yang ia cintai, walapun hanya menjadi seorang sahabat.

Apakah seseorang bisa egois hanya untuk membuat hubungan baru dengan ikatan cinta dengan memutuskan suatu hubungan kasih sayang sahabat yang sudah lama terjalin? Banyak pertanyaan terlintas dalam benak Theana, namun semua ia kesampingkan, malam ini ia hanya ingin menikmati indahnya bulan bersama dengan sahabat yang dicintainya. Dan memang benar, bulan itu terlihat indah malam ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *