
Tinggi Republik Indonesia dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2019
Tahukah anda, bahwa pada tahun 2019 aktivitas perindustrian meningkat dengan pesat. Hal ini berdampak pada meningkatnya jumlah limbah industri yang dihasilkan. Limbah industri yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan dan tergangggunya kesehatan manusia. Kandungan zat-zat berbahaya yang terdapat pada limbah industri sebagian besar terdiri dari logam berat dan senyawa organik, salah satu contoh senyawa organik berbahaya yang berasal dari buangan limbah industri adalah fenol.
Fenol merupakan polutan aromatik berbahaya yang dapat ditemukan dalam limbah, antara lain instalasi kimia, bengkel logam, rumah sakit, industri tekstil, pewarna, kilang minyak, dan farmasetikal. Fenol diketahui dapat menggangu kesehatan karena sifatnya yang dapat terabsorbsi oleh tubuh melalui kontak dengan kulit, pernafasan dan pencernaan. Fenol dikatakan berbahaya pada ambang batas 5 s/d 25 mg/L di dalam limbah. Oleh karena banyaknya bahaya yang dapat ditimbulkan fenol dan turunannya, maka diperlukan suatu pengolahan untuk menurunkan kandungan senyawa fenol dan turunannya tersebut di dalam limbah.
Melihat fenomena ini, tiga orang mahasiswa Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung (FMIPA Unila) mencetuskan sebuah program penelitian berjudul “Sintesis dan Aplikasi Co-EDVB Untuk Transfor Fenol Menggunakan Metode Polymer Inclusion Membrane”. Program Kreativitas Mahasiswa- Penelitian (PKM-PE) ini digawangi oleh Anisa Rahmawati, Ulfia Fauziah Nur, dan Valentino Budi Pratama.
Pada penelitiannya, tiga mahasiswa FMIPA Unila tersebut menggunakan teknologi pemisahan berbasis membrane cair karena teknologi ini memiliki spektrum pemisahan yang luas, selektif dan mudah dilakukan. Keunggulan tersebut dikarenakan dalam pemisahan dengan membrane tidak membutuhkan zat kimia tambahan dan juga kebutuhan energinya sangat minimum.
“Pada penelitian ini kami melakukan sintesis turunan polieugenol melalui taut silang menggunakan senyawa eugenol dengan agen taut silang senyawa divinil benzene yang mana selanjutnya, senyawa hasil sintesis tersebut akan digunakan sebagai senyawa pembawa untuk pembuatan membran dengan metode PIM. Diharapkan dengan metode ini suatu proses transfor fenol dapat berjalan dengan efektif sehingga dapat digunakan untuk mengurangi masalah yang ditimbulkan oleh limbah beracun yang mengandung fenol dan turunannya”, ujar Anisa Rahmawati selaku ketua tim.
“Selain digunakan untuk transfor fenol guna mengurangi masalah yang ditimbulkan oleh limbah beracun, metode ini juga memiliki kelebihan yaitu dapat menghemat biaya karena fenol-fenol yang telah tertansfor dapat digunakan kembali seperti fenol dalam keadaan murni”, ujar salah satu anggota tim, Ulfia.
Penelitian ini didanai oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI dalam Program Kreativitas Mahasiswa 2019. Tim di bawah bimbingan Dr. Agung Abadi Kiswandono, S.Si., M.Sc. ini merupakan salah satu dari sepuluh tim Universitas Lampung yang berhasil didanai oleh Kemristekdikti pada tahun 2019.