Oleh : Maudi Cahya Muslimah

Selasa (30/6/20) – Himpunan Mahasiswa Kimia (Himaki) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung menyelenggarakan agenda Diskusi Ilmiah secara daring melalui aplikasi zoom.

Agenda Diskusi Ilmiah yang pertama ini mengangkat tema “Adaptasi Kesehatan dan Strategi Belajar Mahasiswa dalam Era New Normal Pasca Pandemi COVID-19”. Agenda tersebut tidak hanya dihadiri oleh anggota Pengurus Himaki tetapi juga terbuka untuk umum.

Pengisi agenda Diskusi Ilmiah ini berasal dari orang-orang yang berkompeten dan berpengalaman di bidang riset dan kesehatan, diantaranya Prof. Ismunandar, Ph.D., Prof. dr. Muhammad Nasrum Massi, Ph.D., Prof. Dr. dr. Muhartono, M.Kes.,Sp.PA., dan Dr. dr. Khairun Nisa Berawi, S.Ked.,M.Kes.,AIFO.

Prof. Ismunandar, Ph.D. sebagai guru besar termuda di Institut Teknologi Bandung memberikan materi mengenai cara yang diperlukan untuk menghadapi era normal baru. Beliau mengatakan agar terhindar dari penularan COVID-9 di era new normal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu mengurangi kontak fisik dengan orang lain, memakai masker apabila keluar rumah, mencuci tangan sesering mungkin, tetap di rumah saat sakit, dan menjaga jarak sekitar 1 meter.

“Bagi yang berasal dari zona merah, oranye, dan kuning apabila mendatangi suatu wilayah harus mengkarantina diri terlebih dahulu selama 14 hari. Jika mahasiswa dari provinsi lain yang termasuk zona merah datang ke tempat kos, harus mengisolasi diri mandiri di kos yang tertutup dan jaga jarak dengan penghuni kos lain agar mengurangi penularan,” ucap Prof. Ismunandar, Ph.D.

Beliau juga memberikan tips dan strategi belajar daring di era new normal, seperti mengatur waktu dengan baik, akuntabilitas, komunikasi, ruang belajar, dan hindari gangguan/distraksi.

Selanjutnya pada sesi kedua dilakukan talkshow bersama Prof. dr. Muhammad Nasrum Massi, Ph.D. selaku wakil rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. dr. Muhartono, M.Kes.,Sp.PA. selaku dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lampung , dan Dr. dr. Khairun Nisa Berawi, S.Ked.,M.Kes.,AIFO. selaku dosen Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

Prof. Dr. dr. Muhartono, M.Kes.,Sp.PA. mengatakan untuk menghadapi era new normal suatu institusi pendidikan harus menyediakan fasilitas seperti tempat cuci tangan serta mahasiswa dan civitas akademika harus sehat dan mengikuti protokol pemerintah terkait COVID-19.

“Biasanya di era new normal ini kita akan melakukan masa transisi dulu, kemudian jika itu tidak ada peningkatan kasus pembelajaran akan dilakukan secara offline pada zona hijau. Intinya, persiapan dari berbagai pihak harus dilakukan mulai dari pemerintah daerah, institusi, dan orang tua, serta harus mengikuti protokol yang berlaku supaya tidak terjadi penularan,” ucap Prof. Dr. dr. Muhartono, M.Kes., Sp.PA.

Lalu dilanjutkan oleh Prof. dr. Muhammad Nasrum Massi, Ph.D. yang mengatakan sebenarnya suatu virus itu tidak dapat hidup lama jika ia tidak mendiami suatu sel hidup karena virus tersebut tidak mendapatkan makanan dari sel hidup tersebut.

“Prinsipnya suatu virus itu akan mati kalau tidak berada dalam sel hidup, karena tidak bisa memproduksi makanan sendiri, ia harus mengambil makanan dari inangnya di tempat ia berlindung, sehingga ia  hanya akan bertahan selama beberapa hari,” ucap Prof. dr. Muhammad Nasrum Massi, Ph.D..

Beliau juga memberikan cara untuk mengantisipasi adanya gelombang kedua dari COVID-19 ini, diantaranya harus tetap jaga jarak, pakai masker, sedia hand sanitizer atau selalu cuci tangan, jaga imunitas, rajin olahraga, dan menjaga mental.

Pembahasan terakhir disampaikan oleh Dr. dr. Khairun Nisa Berawi, S.Ked.,M.Kes.,AIFO. yang mengatakan bahwa cara mencegah penularan COVID-19 di era new normal ini dengan cara mematuhi syarat–syarat khusus, seperti protokol kesehatan, dan sebagainya.

Dengan diadakannya agenda tersebut, diharapkan setiap individu yang hadir mampu beradaptasi dengan lingkungan pasca pandemi COVID-19 dan siap untuk menjalani era normal yang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *