Kitin adalah senyawa karbohidrat yang termasuk dalam polisakarida tersusun atas monomer-monomer asetil glukosamin yang saling berikatan. Struktur kitin tersusun atas 2000- 3000 satuan monomer Nasetil D-Glukosamin yang saling berikatan melalui 1,4-glikosidik (Rahmadani, dkk .2013). Kitin adalah kristal amorphous berwarna putih, tidak berasa, tidak berbau, dan tidak dapat larut dalam air, pelarut organik umumnya, asam-asam anorganik dan basa encer. Sumber kitin yang sangat potensial adalah kerangka luar crustacea (seperti udang, kepiting, rajungan, dan lobster), serangga, dinding yeast dan jamur, serta mollusca (Muzzarelli, 1985; Mekawati dkk., 2000). Di alam, kitin merupakan senyawa yang tidak berdiri sendiri tetapi bergabung dengan senyawa lain. Pada crustacea, kitin bergabung dengan protein, garam anorganik (CaCO3), dan pigmen (Suhardi, 1992).

Struktur Kitin

Cara Pembuatan Kitin

  • Penghalusan

Umumnya Kitin didapat dari Cangkang Crustacea, maka dari itu sebelum ketahap pembentukan Kitin, Cangkang dari Crustacea harus dihaluskan terlebih dahulu hingga menjadi butiran bubuk.

  • Demineralisasi

Proses demineralisasi ini bertujuan untuk menghilangkan garam-garam anorganik atau kandungan mineral yang ada pada kulit udang. Kandungan mineral utamanya adalah CaCO3 dan Ca3(PO4)2 dalam jumlah kecil, mineral yang terkandung dalam kulit udang ini lebih mudah dipisahkan dibandingkan dengan protein karena hanya terikat secara fisik (Marganov, 2003).

  • Deproteinasi

Proses ini bertujuan untuk melepaskan protein yang terikat pada kitin. Hal ini dikarenakan kandungan protein pada kitin dapat mempercepat tumbuhnya mikroorganisme pembusuk. Proses pemisahan protein pada kitin dapat dilakukan secara kimiawi dan enzimatik (Istiva, dkk., 2017)

  • Dekolorisasi

Proses dekolorisasi bertujuan untukmenghilangkan warna pada kitin. Warna merupakan salah satu parameter fisik yang penting karena menjadi pertimbangan pertama dalam pemilihan suatu produk (Istiva, dkk., 2017)

Terdapat 2 Uji Kadar pada Kitin

  • Kadar Air

Kadar air kitin pada dasarnya dipengaruhi oleh kelembaban udara sehingga terjadi penyerapan air dari lingkungan disekitarnya ketika kitin dalam penyimpanan. Menurut Purwatiningsih (2009), bahwa kitin yang beredar dipasaran diharapkan memiliki kadar air tidak lebih besar dari 10%.

  • Kadar Abu

Abu merupakan sisa hasil pembakaran yang merupakan unsur-unsur mineral yang terdapat dalam suatu bahan (Permadi,1999). Penentuan kadar abu adalah dengan mengoksidasikan semua zat organic pada suhu tinggi dan kemudian dilakukanpenimbangan zat yang tertinggal setelah proses pembakaran tersebut.

Manfaat Kitin

Kitin ini merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan paling melimpah setelah selulosa. Sebagai contoh, diperkirakan bahwa setiap tahun di dunia, ditemukan 37.300 ton kubik kitin yang berasal dari pengolahan invertebrata laut. Jumlah kitin yang berlimpah di alam ini memungkinkan dimanfaatkan secara luas terutama dalam bidang bioteknologi dan industry (Arif, 2013).

Referensi

Arif A.R. Ischaidar. Natsir, H. Dali, S. 2013. Isolasi Kitin dari Limbah Udang Putih (Penaeus merguiensis) Secara Enzimatis. Universitas Hassanudin. Makassar

Istiva, A. Herdyastuti, N. 2017. Kitin dari Cangkang Rajungan yang Diperoleh Secara Enzimatik pada Tahap Deproteinasi. Universitas Negeri Surabaya. Surabaya.

Marganov., 2003, Potensi Limbah Udang sebagai Penyerap Logam Berat (Timbal, Kadmium, dan Tembaga) di Perairan, Dissertation, IPB, Bogor

Mekawati, Fachriyah, E. dan Sumardjo, D., (2000), “Aplikasi Kitosan Hasil tranformasi Kitin Limbah Udang (Penaeus merguiensis) untuk Adsorpsi Ion Logam Timbal”, Jurnal Sains and Matematika, FMIPA Undip, Semarang, Vol. 8 (2), hal. 51-54

Muzzarelli, R.A.A, (1985), “Chitin”, Pergamon Press, New York.

Rahmadani, D. Susanti, T. A. Soripada, dan R. Silaban. “Pemanfaatan Kitosan Dari Limbah Cangkang Bekicot Sebagai Adsorban Logam Tembaga”. Laporan Penelitian Jurusan Kimia FMIPA. Universitas Negeri Medan, 2013.

Suhardi, (1992), “Khitin Dan Khitosan“, Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, UGM Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *