Oleh : Ninid Widya Sari Lubis
Apa itu Bandotan ?
Bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan tanaman liar (gulma) yang banyak tumbuh di pekarangan, pinggir jalan, hutan, ladang, tanah terbuka, dan daerah dengan banyak semak belukar. Tanaman ini dapat ditemukan di Amerika Tengah, Amerika Selatan, Karibia, Florida, China Selatan, Australia, juga di beberapa negeri sub-tropis dan tropis di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Menurut catatan Weeds of Rice in Indonesia, tanaman bandotan didatangkan ke pulau Jawa sebelum tahun 1860 dan sekarang sudah menyebar luas di berbagai wilayah Indonesia.
Secara Internasional, tanaman ini umumnya disebut sebagai Billy goat weeds. Namanya didapat dari bau khas menyerupai kambing yang tercium ketika daunnya telah layu dan membusuk. Selain karena aromanya, sebutan tersebut juga dikarenakan batang dari daun bandotan tertutup sepenuhnya dengan rambut halus berwarna putih.
Ageratum Conyzoides Linn ini menjadi gulma karena tingkat pertumbuhannya yang cepat, hal ini disebabkan bunga putih lembut milik Ageratum Conyzoides Linn sangat mudah terbawa angin sehingga mudah tersebar.
Khasiat Bandotan yang Perlu Kamu Ketahui
Menurut penelitian, tanaman ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai hal, diantaranya melindungi kulit dari paparan sinar UV, sebagai obat penyembuh luka, dan akar bandotan yang bisa dijadikan bedak dingin.
- Di Afrika Tengah, tanaman ini digunakan untuk mengobati pneumonia dan menyembuhkan luka, termasuk luka bakar.
- Di India, bandotan digunakan untuk membunuh bakteri (bakterisida), mengobati disentri, dan mengobati pembentukan endapan keras (seperti batu ginjal) dalam tubuh (kemampuan anti-litik).
- Di Asia, Amerika Selatan, dan Afrika, pada umumnya menggunakan ekstrak bandotan untuk membunuh bakteri. Sedangkan di Kamerun dan Kongo, bandotan digunakan untuk mengatasi demam, rematik, sakit kepala dan kolik.
Apa Aja Sih Kandungan Zat dalam Bandotan ?
Beragam khasiat tanaman ini tentunya berasal dari kandungan zat dalam tanaman. Berdasarkan keterangan jurnal Ageratum conyzoides: A Tropical Source of Medicinal and Agricultural Products, tanaman ini mengandung flavonoid, alkaloid, kumarin, minyak esensial, dan tanin yang mana banyak diantaranya aktif secara biologis (bioaktif). Dalimartha juga menyatakan bahwa akar bandotan mengandung senyawa kumarin yang dikenal sebagai senyawa aktif tabir surya yang baik walaupun terhadap paparan tinggi cahaya matahari. Senyawa dari golongan kumarin ini telah dibuat menjadi sediaan tabir surya dan kosmetik.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak kasar metanol dan fraksi etilasetat akar bandotan pada konsentrasi tertentu memiliki aktivitas tabir surya dengan kategori sunblock (memproteksi secara total UV spesifik), proteksi ekstra (mengabsorbsi 95% UV), suntan standard (mengabsorbsi 85% UV) dan fast tanning (menyerap 15% UV B) untuk perlindungan terjadinya eritema dan pigmentasi oleh ultraviolet dari sinar matahari.
Adapun menurut Kamboj dan Saluja (2010), kandungan fitokimia pada tanaman bandotan menunjukkan adanya senyawa steroid, terpenoid, fenol, saponin, asam lemak dan alkaloid. Studi fitokimia lain yang dilakukan oleh Dash dan Murthy (2011), juga menunjukkan beberapa kandungan lainnya yaitu steroid, sterol, triterpenoid, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenolik, karbohidrat ,dan protein yang membuat Ageratum conyzoides Linn ini memiliki beragam khasiat baik secara eksternal maupun internal bagi dunia kesehatan maupun kecantikan.
Sumber :
Atisha, S.A. & Mita, S.R. 2018. Review : Herbal Bandotan (Ageratum conyzoides L) Sebagai Pengobatan Luka Terbuka. Farmaka. Vol 16 (3) : 116-121.
Dalimartha, Setiawan. 2000. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. Jakarta : Trubus Agriwidya.
Kamboj, A. & Saluja, A. S. 2010. Ageratum conyzoides L : A Review on its Phytochemical and Pharmacological Profile. International Journal of Green Pharmacy. 59-68.