Oleh : Munifah
Saat ini, masih banyak bahan-bahan tambahan makanan berbahaya pada sejumlah produk pangan olahan, baik dari industri rumah tangga maupun dari industri kecil. Hal ini terjadi karena kurangnya wawasan pengusaha terhadap keamanan makanan pangan (food safety). Banyak contoh pelanggaran telah terjadi di lapangan, sebagai wujud ketidaktahuan akan resiko bahaya yang tersembunyi di balik tindakan tersebut.
Praktisi di Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) beberapa kali menemukan produk makanan yang mengandung bahan-bahan kimia berbahaya bagi kesehatan. Secara kasat mata memang sulit untuk menentukan apakah produk pangan olahan yang ditemukan mengandung bahan kimia berbahaya atau tidak, apalagi bila dosisnya sangat sedikit. Akan tetapi, apabila dosisnya cukup banyak, kita bisa mengetahuinya dari penampilan luar yang tampak nyata (penampilan visual).
Macam-Macam Bahan Kimia Berbahaya :
1.Pengawet Berbahaya, contohnya formalin.
- Formalin adalah nama popular dari zat kimia formaldehid yang dicampur dengan air. Larutan formalin tidak berwarna, berbau menyengat, larut dalam air dan alkohol. Larutan formalin mengandung 37% formalin gas dan methanol.
- Formalin sebenarnya digunakan sebagai pengawet mayat, disinfektan, antiseptik, fiksasi jaringan, industri tekstil dan kayu lapis, juga sebagai gemisida dan fungisida (pada tanaman/sayuran), sebagai pembasmi lalat dan serangga.
- Penyimpangan formalin pada industri pangan yaitu sering digunakan untuk mengawetkan produk mie basah, tahu, dan ikan segar.
- Dampak negatif formalin bagi tubuh yaitu, apabila terhirup dapat menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan, sukar bernapas, napas pendek, sakit kepala, dan kanker paru-paru. Diantara efek formalin pada kulit adalah munculnya warna kemerahan, gatal, dan terbakar. Pada mata dapat menyebabkan kemerahan, gatal, berair, kerusakan, pandangan kabur sampai kebutaan. Kalau kandungannya sangat tingi dapat menyebabkan iritasi pada lambung, alergi, muntah, diare bercampur darah, dan kencing bercampur darah. Bukan itu saja, formalin juga bisa mengakibatkan kematian karena kegagalan peredaran darah.
2. Pengenyal Berbahaya, contohnya boraks.
- Boraks (asam borat) adalah senyawa berbentuk kristal putih, tidak berbau, dan stabil pada suhu serta tekanan normal.
- Boraks sebenarnya digunakan untuk mematri logam, proses pembuatan gelas dan enamel, sebagai pengawet kayu, dan pembasmi kecoa.
- Penyimpangan boraks pada industri pangan banyak digunakan pada bakso, kerupuk karaks, mie bakso, tahu, batagor, dan pangsit.
- Efek negatif boraks pada tubuh yaitu, untuk pemakaian sedikit dan lama akan terjadi akumulasi (penimbunan) pada jaringan otak, hati, lemak, dan ginjal. Untuk pemakaian dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan demam, anuria, koma, dan depresi.
3. Pewarna Berbahaya, contohnya Rhodamin-B.
- Rhodamin-B adalah pewarna sintetis berbentuk kristal, tidak berbau, berwarna merah keunguan, dalam larutan berwarna merah terang.
- Rhodamin-B sebenarnya digunakan sebagai pewarna kertas, tekstil, dan cat tembok.
Penyimpangan Rhodamin-B pada industri pangan banyak dipakai pada minuman (es mambo, limun, sirup), permen, obat, dan saus. - Dampak negatif Rhodamin-B bagi tubuh yaitu, jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan, iritasi pada kulit, iritasi pada mata (kemerahan, oedema pada kelopak), iritasi pada saluran pencernaan (keracunan, air seni berwarna merah, dan kerusakan ginjal. Untuk akumulasi dalam waktu lama dapat berakibat gangguan fungsi hati hingga kanker hati, merusak kulit wajah, dan pengelupasan kulit.
Dampak Negatif Bahan Kimia Berbahaya dalam Makanan Bagi Kesehatan Manusia
Terdapat banyak dampak negatif penyalahgunaan (kontaminasi) bahan kimia berbahaya yang dipakai sebagai bahan tambahan pangan. Diantara dampak negatif yang sering muncul adalah :
- Keracunan, mulai gejala ringan hingga efek yang fatal (kematian).
- Kanker, seperti kanker leher rahim, paru-paru, payudara, prostat, dan otak.
- Kejang-kejang, mulai tremor hingga berat.
- Kegagalan peredaran darah, seperti gangguan fungsi jantung, otak, reproduksi, dan endokrin.
- Gangguan berat, seperti kencing darah dan muntah darah.
Referensi
http://ahmadsalis.blogspot.com/2013/05/pengawet-makanan-natrium-benzoat.html
http://www.slideshare.net/mobile/Nirmalayaladri/artikel-kimia